Cara budidaya cabai rawit
Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang sangat populer untuk di budidayakan. Cabe rawit atau “Capsicum frutescens” ini sangat cocok sekali di tanam di daerah tropis ya itu di sekitar garis khatulistiwa. Syarat tumbuh cabe rawit antara ketinggian 0-500 mdpl. Namun dari hasil uji lapangan tanaman ini dapat tumbuh di ketinggian 1000 mdpl, namun dengan ketinggian tempat akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam berproduksi, biasanya dalam pembentukan buah yang tidak maksimal.
Di indonesia sendiri banyak sekali jenis cabe budidaya yang sampai saat ini menjadi kebutuhan masyarakat luas. Jenis cabe dari keluarga “capsicum” ini menghasilkan parian dengan kebutuhanya masing-masing, jenis cabe budidaya yaitu :
Di dalam budidaya cabe rawit anda harus mengetahui bagaimana sifat dan karakter cabe. Biasanya jenis cabe apapun hampir sama dalam budidayanya. Jika anda berada di daerah dataran tinggi, sebenarnya tanama ini dapat berbuah, namun dalam priode penanaman dan panen yang sangat minim, serta kualitas yang di hasilkan akan berpengaruh sekali. Pada biji yang di hasilkan dari buah lebih sedikit di bandingkan daerah yang di sukainya sehingga bobot pada buah cabe rawit akan berkurang “ ringan “.
Tanaman ini sangat unik sekali karena banyak sekali manfaatnya untuk penkonsumsinya. Melalui penelitian yang dilakukan di laboraturium inggris, pada buah cabe rawit dapat mencegah kangker, meningkatkan nafsu makan, untuk memperlambat penuaan, mengatasi struk, menjaga dan merawat jantung, untuk mengatasi nyeri pada sendi dan merawat tubuh anda.Di daerah yang berbeda tentu cara penyebutkanya berbeda.
1. Pemilihan Benih Cabe Rawit
Banyak sekali jenis cabe rawit untuk budidaya dengan jenis
dan keunggulannya masing-masing, anda dapat memilih jenis hibrida seperti jenis
cabe rawit di atas. Perhitungan untuk modal utama anda di ukur dan di jumlah
terlebih dahulu berapa kebutuhan bibit cabe rawit untuk luas lahan. Jika anda
ingin menekan biaya, kami sarankan untuk membuat penyeleksian benih cabe secara
manual “ membuat benih cabe sendiri “ yang di perkirakan cocok untuk kondisi
lahan and, benih yang di hasilkan biasanya di dapat dari tanaman yang
sebelumnya setelah masa dormansi selesai, di sarankan benih yang di hasilkan
dari panen ke 4 sampai ke 6 untuk ke 6 ke atas, kami sarankan jangan gunakan
lagi, karena hasilnya akan lebih buruk jika di paksakan dan tidak optimal.
Tanaman cabe bisa panen lebih dari 3 x, pada masa panen
memiliki fase, fase pertama sampai ke 3 biasanya cabe yang di hasilkan masih
sedikit, kemudian untuk panen selanjutnya dan menjelang akhir panen, jumlah
biji yang di hasilkan akan meningkat lebih banyak tetapi kecil – kecil. Untuk
memilih benih cabe rawit yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan
terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas
dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada
pohon. Kalau memungkinkan biarkan buah hingga mengering di pohon.
Setelah buah di ambil buahnya, potong dengan arah membujur
pada kulit buah. Pisahkan kulit buah dan biji yang terdapat pada ujung-ujung
buah untuk di ambil bagain tengah buah, karena di dalam buah bagaian tengah
biasanya lebih berkualitas di bandingkan dengan biji yang terdapat pada ujung
buah.
Rendam semua biji seleksi anda pada larutan air bersih,
tujuanya agar biji dapat di pastikan bersih dari kotoran yang menempel. Dengan
merendam biji cabe rawit di dalam air, anda dapat melihat biji yang benar-benar
baik, di tandai dengan tenggelamnya biji biasanya itu lah biji yang
berkualitas. Buang semua biji yang mengapung di air, kemudian siapkan tampan “
wadah untuk menjemur biji “ untuk di jemur selam 3 hari.
Berbeda lagi dengan sasaran untuk organik, biasanya untuk
yang organik di bedakan dengan proses perendaman yang menggunakan fungisida
tujuanya agar biji dapat terhindar dari jamur.
Kita dapat mengukur dari kandungan air atau kadar air pada
biji, hal ini sangat penting untuk tujuan kita, jika anda ingin menyimpan biji
ini dengan jangka waktu yang panjang kadar air yang di gunakan harus
benar-benar kering, jika kering kemungkinan anda sudah berhasil untuk membuat
biji dengan proses dormansi “ dormansi adalah proses masa tidur tanaman “ dan
bisa di simpan lebih dari 2 tahun dalam penyimpanan.
Benih yang baik anda bisa menggunakan pengecekan “ uji
kecambah “ biji cabe rawit dapat tumbuh hingga 80 % ke atas. Jika anda mengecek
daya kecambah kurang dari 50 % lebih baik jangan di tanam.
2. Persemaian benih cabe rawit
Sebelum menanam hitung kebutuhan benih anda, jika anda
menanam dengan luas satu hektar di pasti kebutuhan anda adalah 0,5 kg. Kemudian
semai “ nursery “ dengan di berikan naungan, tujuanya untuk menghindari sinar
matahari langsung, kesetabilan suhu, menghindari dari hujan, kelembaban yang
terjaga dan terpaan angin.
Siapkan polybag ukuran 5×10 cm, untuk di isi tanah semai
hingga ¾ bagian. Untuk membuat media persemaian, anda dapat membuat sendiri
dengan campuran tanah, arang sekam dan kompos perbandinganya 1: 1 : 1. Media
semai harus memiliki setruktur yang gembur dan halus bertujuan untuk
mempermudah perakaran benih, untuk mencapai setruktur tersebut anda perlu
mengayak semua bahan di atas.
Semua bahan sudah siap, kemudian langkah selanjutnya anda
harus merendam biji yang tadi anda keringkan dalam air hangat selama 6 jam
tujuanya agar menghilangkan proses dormansi biji cabe rawit. Kemudian tanam
biji ke dalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup biji dengan tanah semai.
Kemudian kita lakukan perawatan dengan penyiraman secara
teratur setiap pagi dan sore. Untuk menghindari kucuran air yang terlalu deras,
di sarankan menggunakan penutup bagian atas benin dengan kertas koran. Kemudian
siram menggunakan gembor jika menggunakan gembor, air yang turun akan jatuh
pada polybag secara berlahan dan kesetabilan kelembaban akan terjaga karena
kertas koran tersebut.
Setelah dua minggu dapat di pastikan bibit siap tanam. Tapi
biasanya pada hari ke-7 bibit sudah mulai tumbuh. Bibit cabe rawit baru bisa
dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4-6 helai atau kira-kira berumur 1
hingga 1,5 bulan.
3.Pengolah lahan dan penanaman cabe rawit
Bibit yang kita siapkan sudah benar-benar siap untuk di
tanam, kemudia anda siapkan lahan untuk penanaman, pengolahan lahan bisa kita
gunakan dengan cara membjaknya dengan kedalam 40 cm.
Kita ukur ph tanah, jika lahan terlalu asam anda bisa
menetralkan dengan menambahkan kapur dolomit, biasanya di berikan dengan
kisaran 1-4 ha/ton tergantung dari tingkat ke asaman pada lahan.
Kemudian pada bedengan buat dengan lebar 100-110 cm dengan
tinggi 30-40 cm dan panjang tergantung dengan lahan anda, jarak antara lebar
berkisar 60. Jika tanah kurang unsur hara, anda harus menambahkan pupuk dasar
atau bisa dengan urea, sp36 dan KCL secukupnya.
Jika anda ingin menambah kualitas produktivitas kami
sarankan agar menggunakan mulsa hitam perak, namun anda harus mempertimbangkan
dengan segi biaya, karena menggunaka mulsa hitam perak biaya lumayan besar.
Karena jika di lihat dari pasaran cabe rawit di pasaran agak kurang jika di
bandingkan dengan cabe besar, jika di kolkulasikan akan rugi. Berbicara tentang
mulsa, sebenarnya ada alternatif lain untuk menghemat biaya yang kita keluarkan
oleh petani. Anda dapat menggunakan mulsa organik dengan memanfaatkan jerami
dan potongan batang jagung halus.
Buat lubang tanam dengan pola zig-zag dengan ukuran 50-60
cm, lubang tanam dibuat dalam dua baris dalam satu bedengan dengan jarak antar
baris 60 cm. Pembuatan lubang dibuat zig-zag tidak sejajar. Hal ini berguna
untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara.
Kemudian tahap transplanting “ pemindahan bibit dari polybag
ke lahan “, sobek bagain polybag kemudian masukan kedalam lubang tanam dan
tutup perakaran menggunakan tanah. Di sarankan anda melakukan transplanting
pada saat pagi hari atau sore hari. Dan usahakan anda menanam dengan cepat dan
rapi dalam satu hamparan 1 ha sehari sudah berse dengan serentak.
4. Pemilihan Benih Cabe Rawit
Banyak sekali jenis cabe rawit untuk budidaya dengan jenis
dan keunggulannya masing-masing, anda dapat memilih jenis hibrida seperti jenis
cabe rawit di atas. Perhitungan untuk modal utama anda di ukur dan di jumlah
terlebih dahulu berapa kebutuhan bibit cabe rawit untuk luas lahan. Jika anda
ingin menekan biaya, kami sarankan untuk membuat penyeleksian benih cabe secara
manual “ membuat benih cabe sendiri “ yang di perkirakan cocok untuk kondisi
lahan and, benih yang di hasilkan biasanya di dapat dari tanaman yang
sebelumnya setelah masa dormansi selesai, di sarankan benih yang di hasilkan
dari panen ke 4 sampai ke 6 untuk ke 6 ke atas, kami sarankan jangan gunakan
lagi, karena hasilnya akan lebih buruk jika di paksakan dan tidak optimal.
Tanaman cabe bisa panen lebih dari 3 x, pada masa panen
memiliki fase, fase pertama sampai ke 3 biasanya cabe yang di hasilkan masih
sedikit, kemudian untuk panen selanjutnya dan menjelang akhir panen, jumlah
biji yang di hasilkan akan meningkat lebih banyak tetapi kecil – kecil. Untuk
memilih benih cabe rawit yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan
terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas
dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada
pohon. Kalau memungkinkan biarkan buah hingga mengering di pohon.
Setelah buah di ambil buahnya, potong dengan arah membujur
pada kulit buah. Pisahkan kulit buah dan biji yang terdapat pada ujung-ujung
buah untuk di ambil bagain tengah buah, karena di dalam buah bagaian tengah
biasanya lebih berkualitas di bandingkan dengan biji yang terdapat pada ujung
buah.
Rendam semua biji seleksi anda pada larutan air bersih,
tujuanya agar biji dapat di pastikan bersih dari kotoran yang menempel. Dengan
merendam biji cabe rawit di dalam air, anda dapat melihat biji yang benar-benar
baik, di tandai dengan tenggelamnya biji biasanya itu lah biji yang
berkualitas. Buang semua biji yang mengapung di air, kemudian siapkan tampan “
wadah untuk menjemur biji “ untuk di jemur selam 3 hari.
Berbeda lagi dengan sasaran untuk organik, biasanya untuk
yang organik di bedakan dengan proses perendaman yang menggunakan fungisida
tujuanya agar biji dapat terhindar dari jamur.
Kita dapat mengukur dari kandungan air atau kadar air pada
biji, hal ini sangat penting untuk tujuan kita, jika anda ingin menyimpan biji
ini dengan jangka waktu yang panjang kadar air yang di gunakan harus
benar-benar kering, jika kering kemungkinan anda sudah berhasil untuk membuat
biji dengan proses dormansi “ dormansi adalah proses masa tidur tanaman “ dan
bisa di simpan lebih dari 2 tahun dalam penyimpanan.
Benih yang baik anda bisa menggunakan pengecekan “ uji
kecambah “ biji cabe rawit dapat tumbuh hingga 80 % ke atas. Jika anda mengecek
daya kecambah kurang dari 50 % lebih baik jangan di tanam.
5. Prawatan dan pemeliharaan cabe rawit
Dalam pemeliharaan tanaman cabe rawit cukup mudah,
penyiraman bisa di lihat dari kelembaban tanaman, bila tanah mengering kita
siram menggunakan air dengan kelembaban kisaran 70% dari keseluruhan. Di dalam
pengiran anda bisa menggunakan sistem leb bedengan “ merendam semua bedengan
dengan ketinggian setengah dari bedengan “ namun metode ini jika di daerah anda
banyak tersedia air.
6. Pemupukan sususlan
Cara Ampuh Budidaya Cabe Rawit Agar Cepat SuksesSetelah di
pupuk yang pertamakali, anda harus menambahkan pupuk susulan kisaran umur
tanaman cabe rawit 1 bulan selanjutnya setiap panen secara terus menerus di
berikan pupuk susulan. Pemupukan bisa menggunakan pupuk organik atau kompos
atau dengan pupuk cair.
Tambahkan pupuk cair yang sudah di larutkan dengan
perbandingan 100ml / tanaman. Jika anda menggunakan pupuk kompos berikan
500-700 gram/tanaman. Atau menggunakan pupuk NPK dan urea.
7. Pengendalian penyakit cabe rawit
Mengamati Hama dan Penyakit Tanaman Cabai
a. Kutu
Daun (Aphid sp.)
Kutu Daun ini sering terdapat di bawah daun dan lipatan
pucuk daun. Untuk pengendaliannya, pijit kelompok hama yang terlihat. Beri
penyemprotan menggunakan PESTONA atau Natural BVR.
b. Hama Thrips Parvispinus
Gejala dari serangan hama ini adalah daun akan mengkerut dan
terlihat bercak klorosis karena kandungan daun dihisap oleh hama. Bagian bawah
daun berubah warna menjadi keperakan mirip tembaga. Amati pada pagi serta sore
hari, karena hama akan keluar pada saat cuaca teduh. Jika terjadi penyerangan
berlebihan, lakukan penyemprotan menggunakan Natural BVR maupun PESTONA.
c. Hama Tungau (Polyphogotarsonemus Latus)
Gejala dari serangan tungau ini pada lapisan bawah tulang
daun berwarna kuning kecoklatan, daun menjadi menggulung dan terpuntir. Bagian
pucuk daun menjadi tebal dan akhirnya berguguran sampai tersisa batang serta
cabangnya saja. Selalu perhatikan ke bagian daun muda, bila terlihat daun yang
menggulung serta mengeras adalah tanda dari gangguan hama tungau. Untuk
mengatasi hama ini sama dengan Aphis dan Thrip.
d. Rebah Semai (dumping off)
Gangguan dari penyakit ini mengakibatkan tanaman terkulai
dikarenakan batang yang menjadi busuk. Penyakit ini dikarenakan oleh jamur
Phytium sp. dan Rhizoctonia sp. Untuk teknik mengendalikannya yaitu membuang
tanaman yang sudah terserang beserta tanahnya. Kelembaban dikurangi dengan
mengurangi penyiraman serta pelindungnya, siramkan Natural Glio sebanyak 1 sdm
atau kurang lebih 10 g setiap 10 liter air apabila gangguan sudah amat tinggi.
e. Embun Bulu
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica.
Serangan dari penyakit ini berciri dengan nampaknya bercak klorosis dan
terdapat permukaan yang berbulu pada daun maupun kotil. Untuk teknik
mengendalikan penyakit ini sama halnya dengan penyakit rebah semai.
f. Kelompok Virus
Ciri karena serangan virus yaitu terbatasnya pertumbuhan
benih serta daun memiliki warna pucat (mozaik). Ciri dari gangguan ini akan
terlihat lebih jelas bila tanaman sudah berusia lebih dari two minggu. Cara
pengendaliannya adalah dengan membuang benih yang terinfeksi dengan dicabut dan
selanjutnya dibakar. Penyemprotan untuk kelompok virus memakai PESTONA atau
Natural BVR.
8. Pengamatan Hama Cabe
a.Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat tanah ini lebih aktif saat malam hari dalam
beraktifitas contohnya makan dan bertelur. Ulat tanah akan menyerang tanaman
muda yakni dengan membuang batang serta ranting daun. Ulat akan sembunyi di
dalam tanah ketika siang hari pada dekat tanaman yang diserang.
Penanggulangannya dengan mengambil ulat yang ditemukan lalu dibuang dengan
dibunuh, bila terjadi gangguan berat semprot menggunakan PESTONA atau VIREXI.
b.Ulat Grayak (Spodoptera litura & S. Exigua)
Untuk ulat yang baru menetas mempunyai tanda berwarna hijau
dan bintik hitam di kedua bagian dari perut maupun badan ulat, sedang pada
daerah punggung terdapat bercak segitiga mirip bulan sabit. Tanda dari serangan
ulat grayak ini, larva akan makan permukaan bawah daun dan daging buah yang
mengakibatkan lubang-lubang besar atau berbintil-bintil. Penyerangan parah akan
menyebabkan tanaman cabai gundul hanya tersisa batang serta rantingnya saja.
Cara pengendaliannya dengan mengambil telur ulat lalu dimusnahkan, lakukan
penyiangan terhadap gulma di sekeliling tanaman sebagai tempat persembunyian
ulat, semprot dengan VITURA atau VIREXI atau PESTONA.
c.Bekicot
Bekicot mengganggu dengan cara memakan tanaman terutama
ketika malam hari. Penanggulangannya dengan mengambil bekicot yang muncul di
sekitar tanaman selanjutnya dibakar.
9.Pemanenan cabe rawit
Panen dapat di lakukan pada umur 2,5 – 3 bulan di hitung
sejak tanam. Pemanenan bisa di lakukan hingga tanaman cabe mencapai umur 6
bulan bahkan bisa lebih, umur maksimal cabe rawit adalah 24 bulan. Fase panen
hingga 15-18 kali dalam sekali tanam. Perhitunganya pada umur yang tua hasil
panen akan berkurang dan kualitas cabe akan menurun sehingga tidak ekonomis
lagi. Hasil yang di dapat jika anda berhasil membudidayakanya bisa mencapai 30
ton/ha bahkan bisa lebih dari jumlah itu.
Kami sarankan memanen cabe rawit pada pagi hari. Caranya
dengan memetik buah berserta tangkainya. Buah yang yang baik bentuknya ramping
dan padat berisi. Tipe buah seperti ini biasanya rasanya pedas dan dihargai
lebih tinggi di pasar dibanding buah yang besar namun kopong.
Cara budidaya cabai keriting
Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani.
Disamping fluktiasi harga, budidaya cabe cukup rentan dengan
kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut,
biaya untuk budidaya cabe bisa dikatakan cukup tinggi.
Pada kesempatan kali ini, alamtani mencoba memaparkan
langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk budidaya cabe merah, khususnya
jenis Capsicum annum L. Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang beriklim
tropis dan subtropis. Dari sini menyebar ke berbagai belahan bumi lainnya.
Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe dimana
matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah
hingga ketinggian 1400 meter dpl. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh
namun produksinya tidak maksimal.
Suhu yang optimal untuk pertumbuhan cabe merah, antara 24-28
derajat Celcius. Pada suhu yang terlalu dingin dibawah 15 atau panas diatas 32
pertumbuhan akan terganggu. Cabe bisa tumbuh pada musim kemarau asal
mendapatkan pengairan yang cukup. Curah hujan yang dikehendaki berkisar 800-2000
mm per tahun dengan kelembaban 80%.
1.Pemilihan benih cabe
Masyarakat mengenal dua jenis cabe, yakni cabe merah
besar dan cabe merah keriting. Perbedaan kedua jenis cabe ini terlihat dari
bentuk dan tekstur kulitnya. Untuk mengetahui lebih jauh, silahkan lihat
tulisan mengenal jenis-jenis cabe.
Dari dua jenis itu, terdapat puluhan bahkan ratusan
varietas, dari yang lokal hingga hibrida. Setiap varietas memiliki kekhasan
tumbuh sendiri-sendiri. Untuk memilih jenis mana yang akan dibudidayakan,
sebaiknya pilih varietas yang paling cocok dengan lokasi budidaya cabe
masing-masing.
Benih untuk budidaya cabe bisa didapatkan dengan dua cara,
yaitu membeli di toko benih atau membenihkan sendiri. Benih cabe hibrida
sebaiknya dibeli dari industri benih terpercaya yang menerapkan teknologi
pemuliaan moderen. Sedangkan benih cabe lokal bisa didapatkan dari sesama
petani atau menyeleksi sendiri dari hasil panen terdahulu.
2. Penyemaian dan pembibitan
Metode penyemaian untuk budidaya cabe sebaiknya menggunakan
polybag (baik dari plastik atau daun-daunan). Mengapa demikian, karena benih
cabe apalagi jenis hibrida harganya sangat mahal. Apabila disemai dengan
ditabur, dikhawatirkan banyak biji yang tumbuh berhimpit sehingga tidak semua
tanaman bisa dimanfaatkan.
Siapkan campuran tanah, arang sekam dan kompos atau pupuk
kandang dengan perbandingan 2:1:1. Atau, kalau tidak ada arang sekam gunakan
tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum dicampur, media tersebut
diayak agar halus. Untuk lebih detail, silahkan baca cara membuat media
persemaian.
Sebaiknya buat naungan untuk tempat penyemaian untuk
menghindari terik matahari dan air hujan. Apabila ada biaya, ada baiknya
melindungi tempat penyemaian dengan jaring pelindung hama atau serangga. Susun
polybag yang telah diisi media semai dalam naungan tersebut.
Rendam biji cabe dengan air hangat selama kurang lebih 3
jam. Jangan gunakan biji yang mengapung. Masukkan setiap biji cabe kedalam
polybag sedalam 0,5 cm dan tutup dengan kompos halus. Basahi sedikit media
tanam agar kelembabannya terjaga.
Siram polybag pembibitan setiap pagi dan sore hari. Cara
menyiramnya adalah tutup permukaan polybag dengan kertas koran kemudian siram
hingga basah. Buka kertas koran tersebut setelah biji tumbuh kira-kira 3
sekitar hari.
Selanjutnya siram secara rutin dan awasi pertumbuhannya.
Bibit cabe merah siap untuk dipindahkan setelah 21-24 hari disemaikan atau
setelah tumbuh 3-4 helai daun. Lebihkan 10% dari kebutuhan bibit. Misalnya
untuk lahan satu hektar dibutuhkan sekitar 14000 bibit cabe merah, maka
lebihkan 10 persen untuk tindakan penyulaman tanaman.
Pada kesempatan kali ini, alamtani mencoba memaparkan
langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk budidaya cabe merah, khususnya
jenis Capsicum annum L. Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang beriklim
tropis dan subtropis. Dari sini menyebar ke berbagai belahan bumi lainnya.
4. Pengolahan tanah
Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah
yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam
cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau kerikil dan
sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan khawatir menganggu
bisa gunakan herbisida.
Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan
jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan,
untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat saluran
drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan terhadap genangan air.
Budidaya cabe merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat
keasaman tanah pH 6-7. Apabila nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman
cabe merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam
biasanya mudah ditumbuhi ilalang. Untuk menetralisirnya bisa gunakan kapur
pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau dolomit
dilakukan pada saat pembajakan dan pembuatan bedengan.
Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk
kandang pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk
budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik tambahkan
juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha.
Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup
dengan mulsa plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai
konsekuensi biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk
mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga
kebersihan kebun.
Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan
dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar.
Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari.
Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan
ukuran polybag semai.
5. Penanaman bibit cabe merah
Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah
yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam
cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau kerikil dan
sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan khawatir menganggu
bisa gunakan herbisida.
Pemindahan bibit cabe merah dari area persemaian dilakukan
setelah umur bibit sekitar 3 minggu atau bibit memiliki 3-4 helai daun
permanen. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan sore hari untuk
menghindari stress. Usahakan penanaman dilakukan serentak dalam satu hari. Cara menanamnya adalah dengan membuka atau menyobek polybag
semai. Kemudian masukkan bibit cabe merah beserta media tanamnya kedalam lubang
tanam.
Jaga agar media semai jangan sampai terpecah. Kemudian siram tanaman
secukupnya untuk mempertahankan kelembaban.
6. Pemeliharaan dan perawatan
Penyiraman diperlukan pada saat musim kering, caranya bisa
dengan gembor atau dengan penggenangan. Hati-hati ketika melakukan penyiraman
disaat tanaman belum terlalu kuat. Penggenangan bisa dilakukan setiap dua
minggu sekali.
Periksa tanaman pada satu sampai dua minggu pertama untuk
melakukan penyulaman tanaman. Apabila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya
abnormal segera cabut dan ganti dengan bibit yang baru.
Pada budidaya cabe memerlukan pemasangan ajir (tongkat
bambu) untuk menopang tanaman berdiri tegak. Tancapkan ajir dengan jarak mnimal
4 cm dari pangkal batang. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada hari ke-7
sejak bibit dipindahkan. Apabila tanaman terlalu besar dikhawatirkan saat ajir
ditancapkan akan melukai perakaran. Bila akar terluka tanaman akan akan mudah
terserang penyakit. Pengikatan tanaman pada ajir dilakukan setelah tanaman
tumbuh tinggi atau berumur diatas satu bulan.
Perempelan atau pemotongan tunas dilakuan setelah 3 minggu
untuk budidaya cabe di dataran rendah dan 1 bulan untuk dataran tinggi. Potong
tunas yang tumbuh pada ketiak daun dengan tangan yang bersih. Perempelan ini
dilakukan sampai terbentuk cabang utama, ditandai dengan kemunculan bunga
pertama atau kedua.
Pemupukan susulan dilakukan setiap dua minggu sekali atau
minimal 8 kali hingga panen terakhir. Pemupukan susulan dilakukan dengan
pengocoran pupuk pada setiap lubang tanam. Pemupukan yang paling praktis adalah
dengan menggunakan pupuk organik cair. Siramkan 100 ml larutan pupuk yang telah
diencerkan pada setiap tanaman. Bisa juga ditambahkan NPK pada campuran
tersebut.
Penyiangan gulma dilakukan apabila diperlukan saja.
Pengendalian hama dan penyakit dalam budidaya cabe cukup vital. Banyak kasus
budidaya yang gagal karena serangan hama dan penyakit. Untuk lebih detail,
silahkan baca pengendalihan hama dan penyakit tanaman cabe.
7. Pemanenan budidaya cabe
Budidaya cabe merah mulai bisa dipanen setelah berumur 75-85
hari setelah tanam. Proses pemanenan dilakukan dalam beberapa kali, tergantung
dengan jenis varietas, teknik budidaya dan kondisi lahan.
Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali, disesuaikan
dengan kondisi kematangan buah dan pasar. Buah cabe sebaiknya dipetik sekaligus
dengan tangkainya untuk memperpanjang umur simpan. Buah yang dipetik adalah
yang berwarna oranye hingga merah. Lakukan pemetikan pada pagi hari.
Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat,khususnya untuk diri penulis pribadi dan semoga bisa bermanfaat juga untuk para pembaca sekalian. Mohon dimaafkan apabila ada kesalahan baik dalam informasi yang diberikan ataupun dalam penulisan
Komentar dari anda sangat kami harapkan untuk kemajuan blog ini
=============================Terimakasih=============================
Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat,khususnya untuk diri penulis pribadi dan semoga bisa bermanfaat juga untuk para pembaca sekalian. Mohon dimaafkan apabila ada kesalahan baik dalam informasi yang diberikan ataupun dalam penulisan
Komentar dari anda sangat kami harapkan untuk kemajuan blog ini
=============================Terimakasih=============================
0 Response to "CARA MENANAM CABAI RAWIT SAMPAI PANEN"
Post a Comment